Digitalisasi Pesantren, Ponpes SyauQie Jember Gelar Forum Komunikasi Digital

By Admin


Pondok Pesantren Syafa’atul Qur’an, Jember

nusakini.com, Pondok Pesantren Syafa’atul Qur’an (SyauQie) di Balung, Jember, menyelenggarakan diskusi interaktif mengenai strategi komunikasi digital lembaga keagamaan pada Selasa, 6 Oktober 2026. Acara tersebut menghadirkan praktisi pemasaran Ahmad Madani dan pengusaha kuliner Danin Topan Perupasi sebagai narasumber utama.

Pertemuan ini awalnya dirancang sebagai ajang silaturahmi antara Madani dan pengasuh pesantren, Ustadz Rudi Candra. Agenda tersebut kemudian berkembang menjadi forum berbagi wawasan berharga bagi para tenaga pendidik di lingkungan pesantren.

Madani menekankan pentingnya membangun rekam jejak digital bagi institusi pendidikan Islam di tengah masifnya penggunaan teknologi informasi. Menurutnya, langkah ini tidak bertujuan untuk mengomersialkan agama, melainkan untuk memperluas jangkauan dakwah.

"Branding untuk pesantren bukan soal menjual agama, tetapi memastikan agar kebaikan bisa menyebar secara luas, alih-alih terjebak di balik pagar pesantren," ujar Madani. Ia menambahkan bahwa banyak lembaga memiliki tradisi keilmuan unggul namun belum terkomunikasikan dengan baik kepada publik.

Sementara itu, Danin Topan membagikan pengalamannya menerapkan keterampilan khas santri dalam merintis usaha jenama kuliner Warung Doroku. Ia menyebut nilai kedisiplinan dan kemandirian dari pondok sangat relevan dalam pengelolaan bisnis modern yang kompetitif.

Pihak pesantren menyambut positif gagasan pemanfaatan media digital dan platform profesional seperti LinkedIn bagi para ustadz. Ustadz Rudi Candra menilai langkah adaptif ini bisa menjadi instrumen syiar baru selama mengedepankan etika.

"Sharing ini mengingatkan kami bahwa menyampaikan kegiatan dan nilai-nilai pesantren melalui media digital juga dapat menjadi bagian dari syiar, selama dilakukan secara proporsional dan tetap menjaga adab," kata Ustadz Rudi Candra. Pemanfaatan teknologi ini diharapkan mampu menghadirkan cerita positif pesantren ke ruang maya secara berkelanjutan.

Sebelum menyambangi pondok ini, Madani diketahui telah merampungkan agenda serupa di SMK Islam Bustanul Ulum (IBU) Pakusari. Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan memicu efek domino bagi digitalisasi ekosistem pendidikan Islam di wilayah Jember. (*)